Skip to main content

Penyatuan Kedua

Setelah tanggal 7 April 2025 aku menjalani rutinitas ku seperti biasa, berangkat ke tempat magang bersama tara setiap hari-nya dan yang membuat berbeda adalah sekarang aku telah berpacaran dengan Cutina HEHEHHE. Setiap bertemu dengan Cutina di tempat magang aku selalu merasa seperti akward, biasanya sih aku orang yang humoris saat berada dengan orang yang dekat denganku tapi saat hari-hari pertama kali ber-pacaran dengan Cutina, entah aku harus bersikap bagaimana dengannya, apakah harus bersikap cool atau aku harus bersikap seperti biasa saja. Saat itu, aku merasa hubungan kita yang tahu hanyalah kita sendiri dan semua orang tau-nya kita masih berpacaran main-main. Hingga suatu ketika guru pamong aku, dimana dia yang aku jadikan alasan untuk menembak pacaran main-main dengan Cutina, dia bilang kepadaku "sepertinya kamu dengan Cutina tidak seperti pacaran" kemudian aku menjawab "kok bisa pak?" dan beliau menjawab "seharusnya kalo emang kalian ber-pacaran, harusn...

Awal Mula


 Mungkin awal perjalanan blog ini dimulai dari 8 Februari 2025. Waktu itu lagi musim hujan di kota perkuliahanku, dan aku sudah masuk semester 6. Di semester ini, semua mahasiswa pendidikan di jurusanku diwajibkan ikut asistensi mengajar, atau biasa disebut PKL.

Hari itu hari Sabtu. Aku memulai hari seperti biasa: bangun pagi dan melakukan hal “produktif” di akhir pekan—main Mobile Legends 6 jam 😊.

Di hari yang sama, grup asistensi mengajar tiba-tiba rame bahas rencana kumpul di sebuah café. Awalnya aku nggak niat ikut, karena alasan klasik: sibuk… alias malas 😊. Aku memang kadang agak malas kalau harus kumpul-kumpul yang konteksnya bukan buat main, karena biasanya obrolannya terasa cukup membuang-buang waktu.

Tapi pada akhirnya aku ikut juga ke café itu, hehehe. Soalnya teman satu kontrakan maksa ikut. Singkatnya, kita sampai di sana sekitar jam 7 malam. Di sana sudah ada teman-teman lain: total 13 orang, 3 cowok dari jurusanku dan 10 cewek dari jurusan lain.

Dan benar saja, sesuai angan-anganku… obrolannya sangat banyak manfaat, alias tidak ada isinya 😊. Bahkan di sana sempat ada yang login game, ngobrol sendiri, pokoknya suasananya ya gitu-gitu aja.

Hampir satu jam berlalu, akhirnya obrolan penting itu muncul juga. Kami mulai menentukan struktur: ketua, sekretaris, dan lain-lain. Karena terlalu bosan, alias sedikit caper, aku langsung mengajukan diri jadi bendahara 😊. Reaksinya? Ya… anak-anak sempat terlihat tidak yakin. Jujur, aku sendiri juga tidak yakin, karena itu keputusan yang sangat ngasal.

Di akhir pertemuan, seperti biasa: foto bersama, salaman, lalu pulang.

Saat perjalanan pulang, temanku bilang ke aku, “Tadi ada satu cewek di kelompok asistensi itu, omongannya lucu banget. Kayak asal bunyi aja.”

Aku langsung jawab, “Masa iya!”

End.

Comments

Terbaru

Penyatuan Kedua

Manfaat Jalan Cepat vs Jalan Santai: Mana yang Lebih Efektif untuk Tubuh?