Skip to main content

Penyatuan Kedua

Setelah tanggal 7 April 2025 aku menjalani rutinitas ku seperti biasa, berangkat ke tempat magang bersama tara setiap hari-nya dan yang membuat berbeda adalah sekarang aku telah berpacaran dengan Cutina HEHEHHE. Setiap bertemu dengan Cutina di tempat magang aku selalu merasa seperti akward, biasanya sih aku orang yang humoris saat berada dengan orang yang dekat denganku tapi saat hari-hari pertama kali ber-pacaran dengan Cutina, entah aku harus bersikap bagaimana dengannya, apakah harus bersikap cool atau aku harus bersikap seperti biasa saja. Saat itu, aku merasa hubungan kita yang tahu hanyalah kita sendiri dan semua orang tau-nya kita masih berpacaran main-main. Hingga suatu ketika guru pamong aku, dimana dia yang aku jadikan alasan untuk menembak pacaran main-main dengan Cutina, dia bilang kepadaku "sepertinya kamu dengan Cutina tidak seperti pacaran" kemudian aku menjawab "kok bisa pak?" dan beliau menjawab "seharusnya kalo emang kalian ber-pacaran, harusn...

Investasi Saham Modal Kecil: Mengapa Strategi Dividen Kurang Cocok untuk Anak Kos?

Seorang anak kos sedang belajar investasi saham di kamar menggunakan laptop


Sebagai anak kos, aku selalu memutar otak mencari cara buat menghasilkan uang lebih banyak tanpa harus keluar kamar. Sampai akhirnya di tahun 2021, aku menemukan satu jalan setelah mendengar cerita tentang Ronald Read. Aku benar-benar terinspirasi sama kisah hidupnya; seorang petugas kebersihan biasa yang saat meninggal justru meninggalkan warisan kekayaan fantastis untuk keluarganya dalam bentuk surat berharga. Sejak momen itu, aku mulai penasaran dan belajar apa itu saham, gimana cara buka rekeningnya, hingga akhirnya pengalaman pertama aku terwujud lewat broker Ajaib.


Setelah sempat merasakan "keajaiban" instan di saham FILM, aku makin berani untuk terjun lebih dalam ke dunia saham. Di titik ini, aku mulai mikir keras: gimana caranya beli saham tanpa harus rugi? Aku pun mulai melahap banyak informasi, mulai dari mendengarkan prinsip Warren Buffett sampai membaca berbagai buku keuangan, salah satunya karya Danielle Town. Dari sanalah pandanganku terbuka. Aku belajar kalau sebelum membeli saham, aku harus bisa menyusun "cerita" di balik perusahaan itu—apa bisnisnya, gimana kondisi laporan keuangannya, dan siapa pemegang saham terbesarnya. Akhirnya, aku memutuskan memakai pendekatan fundamental karena impianku adalah berinvestasi jangka panjang sampai tua nanti.


Tapi, teori memang ngga selamanya seindah realita, apalagi buat anak kos yang uangnya pas-pasan buat kebutuhan sehari-hari. Beberapa kali aku gagal total buat investasi jangka panjang karena terbentur masalah modal yang sedikit. Jujur, aku suka banget sama perusahaan yang rajin bagi dividen, rasanya kayak dapat uang gratis tiap tahun. Tapi buat anak kos dengan modal cekak, strategi ini rasanya jadi percuma. Di fase awal, aku butuh modal ini berkembang dengan cepat, sedangkan perusahaan yang royal bagi dividen biasanya punya pertumbuhan harga saham yang terbatas, dan hasil perkalian dividennya pun terasa kecil banget kalau modal kita cuma recehan.


Makanya, sebagai anak kos, sekarang aku selalu mengingatkan diri sendiri kalau investasi terbaik saat ini adalah bekerja dulu untuk memperbesar penghasilan utama. Pekerjaan itulah yang nantinya jadi suntikan modal utama buat beli saham. Banyak banget teman-teman kosku yang langsung mata duitan pas mendengar cerita pengalamanku, mereka langsung berharap bisa dapat keuntungan besar dalam waktu cepat. Ke mereka, aku selalu bilang: investasi saham itu memang menjanjikan keuntungan tinggi, bahkan bisa menembus 12% per tahun. Tapi, kita juga harus bisa memperbesar rasa sabar kita. Kalau modalmu masih kecil dan pemilihan sahamnya ngga tepat, kamu ngga akan benar-benar bisa merasakan keuntungannya.

Comments

Terbaru

Penyatuan Kedua

Manfaat Jalan Cepat vs Jalan Santai: Mana yang Lebih Efektif untuk Tubuh?