Setelah tanggal 7 April 2025 aku menjalani rutinitas ku seperti biasa, berangkat ke tempat magang bersama tara setiap hari-nya dan yang membuat berbeda adalah sekarang aku telah berpacaran dengan Cutina HEHEHHE. Setiap bertemu dengan Cutina di tempat magang aku selalu merasa seperti akward, biasanya sih aku orang yang humoris saat berada dengan orang yang dekat denganku tapi saat hari-hari pertama kali ber-pacaran dengan Cutina, entah aku harus bersikap bagaimana dengannya, apakah harus bersikap cool atau aku harus bersikap seperti biasa saja. Saat itu, aku merasa hubungan kita yang tahu hanyalah kita sendiri dan semua orang tau-nya kita masih berpacaran main-main. Hingga suatu ketika guru pamong aku, dimana dia yang aku jadikan alasan untuk menembak pacaran main-main dengan Cutina, dia bilang kepadaku "sepertinya kamu dengan Cutina tidak seperti pacaran" kemudian aku menjawab "kok bisa pak?" dan beliau menjawab "seharusnya kalo emang kalian ber-pacaran, harusn...
Protein ya? dalam beberapa waktu, aku sangat sering mendengarkan obrolan-obrolan atau konten bagaimana efek protein bagi tubuh dalam menjaga massa otot, kemudian membantu pertumbuhan anak. Dalam beberapa mata kuliah aku juga sangat sering mendengarkan dosen aku dengan memberikan edukasi bahwa kita harus melatih dan menjaga otot kita, dalam beberapa konten di media sosial pun ada yang memberikan edukasi bahwa setelah umur 30 tahun ke atas, massa otot kita akan mengalami penurunan sekitar 1% massa otot. Dari situlah aku coba menjaga massa otot dengan mengkonsumsi protein dan olahraga melatih kekuatan otot. Aku juga mulai membaca-baca artikel mengenai fungsi protein bagi tubuh, seperti artikel di bawah:
Ini adalah studi artikel yang membahas pengaruh protein terhadap massa otot dan fungsi otot pada senior-senior kita.
artikel ini membagi senior-senior menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol yang mengkonsumsi protein normal 0,8–1,0 g/kgBB/hari, dan kelompok intervensi yang mengkonsumsi protein tinggi 1,2–1,5 g/kgBB/hari, penelitian ini dilakukan selama 12 minggu.
jadi selama 12 minggu ini para senior diukur massa ototnya, kekuatan genggam tangan (HGS), kecepatan tangan (GS), keseimbangan berdiri ( SB), dan parameter metabolik.
Dan hasilnya kelompok intervensi dengan konsumsi protein tinggi menunjukkan peningjatan genggam tangan, peningkatan performa fisik, keseimbangan lebih baik, dan kemampuan berjalan lebih baik, sedangkan kelompok kontrol yang mengkonsumsi protein normal, menunjukkan penurunan massa otot, indeks otot rangka dan kekuatan otot.
Studi ini menyarankan kita dengan mengkonsumsi 0,8-1 g/kg/hari tidak cukup untuk mencegah kehilangan massa otot. sedangkan konsumsi protein 1.2-1.5 g/kg/hari lebih baik untuk mencegah kehilangan massa otot.
Aku ber-opini kalo protein bisa membantu mempertahankan massa otot pada senior penderita diabetes 2, maka aku juga bisa mempertahankan massa otot aku juga dengan konsumsi protein.




Comments
Post a Comment