Sewaktu aku kecil sampai gede, aku sangat sering melihat ibu aku mengontrol kesehatannya secara pribadi di rumah. Ada satu hal yang aku ingat saat kecil adalah ketika ibu aku menyuntikkan jarum ke telunjuk tangan, kemudian aku menanyakannya "itu buat apa buk?" lalu ibu menjawab "darah nya diambil, buat cek gula darah, karena ibu punya diabetes". Diabetes? aku dari kecil selalu menanyakan dalam kepalaku, "apa itu diabetes?", "kenapa dia sangat hati-hati terhadap makanan manis?", dan "mengapa diabetes berada dalam tubuh kita?". Setelah masuk kuliah olahraga, aku mulai membaca studi artikel-artikel diabetes, dan mulai mencoba menjelaskan dalam pikiranku secara sederhana bagaimana bisa diabetes muncul.
Secara sederhana mekanisme diabetes melitus adalah penyakit metabolik jangka panjang yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup atau tidak bisa menggunakan insulin dengan benar.
Tubuh kita memiliki sistem yang bekerja secara teratur. Saat kita makan atau minum, makanan tersebut diolah menjadi glukosa, yaitu gula yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Ketika glukosa masuk ke dalam darah, pankreas akan melepaskan insulin, yaitu hormon yang tugasnya membantu glukosa masuk ke dalam sel agar dapat digunakan sebagai energi.
Pada diabetes, terjadi dua masalah utama:
1. Insulin Tidak Cukup
Ini terjadi ketika sel-sel pankreas rusak, sehingga pankreas tidak bisa memproduksi insulin sesuai kebutuhan. Akibatnya, glukosa tidak dapat masuk ke sel dan akhirnya menumpuk di dalam darah.
2. Insulin Tidak Bekerja Dengan Baik (Resistensi Insulin)
Pada kondisi ini, insulin sebenarnya ada, tetapi sel tubuh tidak merespons dengan baik, seolah-olah “tidak mau membuka pintu”.
Karena itu, pankreas terpaksa menghasilkan insulin lebih banyak untuk mendorong sel bekerja. Jika berlangsung lama, pankreas menjadi kelelahan dan kemampuan menghasilkan insulin akan menurun. Masalah ini biasanya berkaitan dengan kurang bergerak, kelebihan berat badan, pola makan tinggi gula/lemak, serta faktor genetik.
Ketika salah satu atau kedua masalah tersebut terjadi, glukosa tidak bisa masuk ke sel dan tetap berada dalam darah, sehingga menyebabkan gula darah tinggi (hiperglikemia).
Yang aku tahu efek pasti bagi tubuh kita adalah tubuh mudah lelah, karena gula tidak masuk ke dalam sel sebagai energi.

Comments
Post a Comment