Penyesalan Investor Pemula: Jual Saham FILM di 1.000, Padahal Sempat Tembus 14.000
Sebuah cerita nyata tentang bagaimana satu keputusan impulsif bisa membuat kita kehilangan potensi keuntungan lebih dari 1 juta rupiah — dari saham yang didapat secara gratis.
Agustus 2021. Saat itu saya adalah seseorang yang baru saja mulai tertarik dengan dunia investasi saham di Bursa Efek Indonesia. Dengan semangat tinggi, saya memutuskan untuk membuka rekening dana nasabah (RDN) di broker Ajaib.
Setelah berhasil mendaftar, ada sesuatu yang menyenangkan menanti: hadiah 1 lot saham FILM (MD Entertainment Tbk.) dari program bonus Ajaib. Harga saham waktu itu sekitar Rp 300 per lembar, atau sekitar Rp 30.000 untuk 1 lot (100 lembar). Tidak besar memang, tapi bagi saya yang masih pemula, rasanya seperti "uang dari langit."
"Screenshot aplikasi Ajaib: Hadiah 1 lot saham FILM (MD Entertainment Tbk.) yang diterima pada Agustus 2021
Namun karena masih sangat ragu dan belum yakin apakah dunia investasi bisa benar-benar menghasilkan, saya akhirnya menghapus aplikasi Ajaib dari HP. Saham itu terbengkalai begitu saja di portofolio yang bahkan tidak saya sentuh.
Kejutan di Maret 2022
Sekitar tujuh bulan kemudian — tepatnya Maret 2022 — rasa penasaran datang lagi. Saya install ulang Ajaib, login, dan… langsung kaget.
"Saldo di akun saya sudah sekitar Rp 100.000. Padahal saya merasa tidak pernah deposit sama sekali."
Setelah membuka menu portofolio, barulah saya mengerti. Saham FILM yang dulu saya dapat secara gratis ternyata naik dari Rp 300 menjadi Rp 1.000 per lembar. Artinya, 1 lot saham yang tadinya bernilai Rp 30.000 kini menjadi sekitar Rp 100.000. Keuntungan lebih dari 200% — tanpa saya lakukan apa pun!
Namun karena pengetahuan saya tentang saham masih sangat minim, logika sederhananya waktu itu adalah: "Daripada nanti harganya turun lagi, mending dijual sekarang dan dinikmati hasilnya."
Dan saya pun menjual saham itu di harga Rp 1.000 per lembar.
Yang Saya Tidak Tahu Waktu Itu…
Tahun 2025, saya iseng membuka lagi chart saham FILM. Dan saya hampir tidak percaya dengan yang saya lihat.
"Chart saham FILM (MD Entertainment) — sempat menyentuh harga Rp 14.000-an pada 2025, sebelum koreksi. Harga saat ini: Rp 2.310 (per 13 Mei 2026).
Saham FILM sempat menyentuh harga Rp 14.000 per lembar pada tahun 2025. Artinya, 1 lot yang saya jual di harga Rp 100.000 itu — kalau saya tahan — bisa bernilai lebih dari Rp 1.400.000.
Dari saham yang awalnya saya terima secara gratis, saya bisa saja meraup lebih dari satu juta rupiah. Tapi karena panik dan kurang pengetahuan, saya melepasnya di harga terlalu dini.
Pelajaran yang Saya Petik
📚 3 Hal yang Saya Pelajari dari Pengalaman Ini
- Pengetahuan adalah modal utama. Tanpa memahami fundamental perusahaan dan cara membaca chart, keputusan investasi kita akan selalu dikendalikan oleh emosi dan rasa takut.
- Sabar adalah kunci. Saham yang bagus butuh waktu untuk tumbuh. Menjual terlalu cepat hanya karena takut harga turun adalah kesalahan klasik investor pemula.
- Mulai belajar, jangan hanya menonton. Pengalaman nyata — bahkan yang pahit sekalipun — adalah guru terbaik dalam perjalanan investasi.
Dari pengalaman ini, saya semakin percaya bahwa pasar saham bisa menjadi tempat yang luar biasa untuk mengembangkan modal — asalkan kita membekali diri dengan pengetahuan yang cukup. Bukan untuk spekulasi, tapi untuk investasi yang cerdas dan terukur.
Kalau kamu juga pernah mengalami hal serupa — menjual saham terlalu cepat dan menyesal belakangan — tahu kamu tidak sendirian. Yang penting, jadikan pengalaman itu bahan bakar untuk terus belajar. 😆
Semoga cerita ini bermanfaat dan bisa jadi pengingat bagi kita semua:
investasi terbaik adalah investasi pada pengetahuan kita sendiri.


Comments
Post a Comment