Melanjutkan cerita permulaan aku, pada pagi itu Cutina menjawab dengan kata "iya" saat itu aku lumayan terkejut dia menerima proposal yang aku ajukan untuk menjadi pacar aku. Darisana-lah aku mulai berkomitmen kepada diri sendiri untuk melakukan hal yang terbaik kepada-nya, aku berusaha sebaik mungkin saat bersama dirinya, diingat pertemuan kita dijalani dengan hal yang melewati batas, aku tahu Cutina juga mempunyai pasangan sendiri dan dia pun tahu aku mempunyai pasangan, jadi aku tidak mengharapkan banyak kepada Cutina, aku hanya ingin melakukan terbaik meskipun dia tidak bisa membuat perasaan yang sama seperti aku kepadannya. Aku berfikir seperti itu karena aku tahu dia cantik, famous di orang-orang sekitarnya, dia kaya, dia pintar dan cutina orang yang menarik perhatian secara look maupun sifatnnya. Sebenarnya aku merasa taruhan saja saat mengajak dia menjadi pacar aku, karena terlepas dari yang dia punyai itu, aku merasa dia mempunyai kepintaran dalam emosional di mana dia bisa memahami perasaan orang lain, dia orang yang sangat keren saat ber-sosialisasi, aku sangat kagum dengan Cutina hingga saat ini. Akhirnya pada tanggal 7 April 2025 kita menjadi pasangan, dan sejak saat itu juga aku selalu berusaha mendorong lebih baik sifat aku, pemikiran aku, keuangan aku, agar aku bisa menyamai di level cutina.
My perspective on life, sports, and health | pov aku tentang pengalaman, olahraga, dan kesehatan.
Comments
Post a Comment