Skip to main content

Penyatuan Kedua

Setelah tanggal 7 April 2025 aku menjalani rutinitas ku seperti biasa, berangkat ke tempat magang bersama tara setiap hari-nya dan yang membuat berbeda adalah sekarang aku telah berpacaran dengan Cutina HEHEHHE. Setiap bertemu dengan Cutina di tempat magang aku selalu merasa seperti akward, biasanya sih aku orang yang humoris saat berada dengan orang yang dekat denganku tapi saat hari-hari pertama kali ber-pacaran dengan Cutina, entah aku harus bersikap bagaimana dengannya, apakah harus bersikap cool atau aku harus bersikap seperti biasa saja. Saat itu, aku merasa hubungan kita yang tahu hanyalah kita sendiri dan semua orang tau-nya kita masih berpacaran main-main. Hingga suatu ketika guru pamong aku, dimana dia yang aku jadikan alasan untuk menembak pacaran main-main dengan Cutina, dia bilang kepadaku "sepertinya kamu dengan Cutina tidak seperti pacaran" kemudian aku menjawab "kok bisa pak?" dan beliau menjawab "seharusnya kalo emang kalian ber-pacaran, harusn...

awal kelima


Malam itu akhirnya tiba. Aku dan Tara mulai siap-siap pergi ke lapangan badminton. Tapi di waktu itu, aku masih punya pacar. Jadi sebelum berangkat, aku sempat mikir dulu mau ngomong apa. Aku akhirnya bilang kalau aku mau main badminton sama teman-teman magang.

Sekali lagi punten nih teman-teman… aku nggak bilang kalau sebenarnya Cutina yang ngajak aku jadi partner tim 😌. Dan aku juga nggak bilang kalau kita mainnya cuma berempat, bahkan pakai sistem pasangan lagi. Entah kenapa kalau dipikir sekarang, waktu itu aku agak risau buat ngomong seadanya. Padahal sebenarnya aku cuma pengen main badminton dengan tenang aja.

Singkat cerita, aku dan Tara sampai di lapangan badminton. Waktu itu ada aku, Tara, Cutina, Ani, dan satu lagi cewek yang sebelumnya nggak ada di planning, yaitu Risa—teman satu fakultasnya Cutina dan Ani.

Sesuai ketentuan sebelumnya, entah siapa yang nentuin, akhirnya aku pasangan sama Cutina melawan Tara dan Ani. Pertandingan pun dimulai.

Dan yup… sesuai prediksi 😌. Cutina di lapangan bermain dengan sangat mempesona, alias banyak pose-pose aneh pas main. Kadang aku sampai mikir, “mana bisa menang kalau begini.” Ditambah lagi si Ani somehow bisa mukul shuttlecock walaupun arahnya nggak jelas dan bukan ke dia 😭.

Di situ aku cuma bisa terus nyemangatin sambil berusaha menjaga pride, karena sebelumnya aku sempat asal jawab ke Cutina kalau kita pasti menang.

Waktu terus berjalan dan skor terus bertambah. Sampai akhirnya ada satu momen shuttlecock datang tepat ke arah Cutina. Refleks aku langsung teriak, “SMASH!”

Dan yup yup… Cutina beneran smash cock itu.

BOOM.
Point buat kita.

Di situ suasananya langsung pecah. Kita sama-sama senang. Terus tiba-tiba Cutina lari ke arah belakang dan langsung meluk aku. Karena aku juga shock dia bisa melakukan smash barusan, ditambah aku ikut senang, akhirnya aku spontan balas meluk dia.

Dan di momen itu juga… Risa sama Ani langsung shock lihat kita berpelukan 😭.

Entah kenapa, malam itu seru banget. Bahkan walaupun akhirnya aku dan Cutina kalah—maap yak HEHEHE—aku tetap ngerasa happy main malam itu.

Ya walaupun akhirnya pride yang tadi aku bangun runtuh juga 😌. Tapi kupikir nggak apa-apa lah… kalau nantinya diledekin sama Cutina juga.


⬅ fourth beginning: third beginning Next Part: soon ➡

Comments

Post a Comment

Terbaru

Penyatuan Kedua

Manfaat Jalan Cepat vs Jalan Santai: Mana yang Lebih Efektif untuk Tubuh?