Skip to main content

Posts

Penyatuan Kedua

Setelah tanggal 7 April 2025 aku menjalani rutinitas ku seperti biasa, berangkat ke tempat magang bersama tara setiap hari-nya dan yang membuat berbeda adalah sekarang aku telah berpacaran dengan Cutina HEHEHHE. Setiap bertemu dengan Cutina di tempat magang aku selalu merasa seperti akward, biasanya sih aku orang yang humoris saat berada dengan orang yang dekat denganku tapi saat hari-hari pertama kali ber-pacaran dengan Cutina, entah aku harus bersikap bagaimana dengannya, apakah harus bersikap cool atau aku harus bersikap seperti biasa saja. Saat itu, aku merasa hubungan kita yang tahu hanyalah kita sendiri dan semua orang tau-nya kita masih berpacaran main-main. Hingga suatu ketika guru pamong aku, dimana dia yang aku jadikan alasan untuk menembak pacaran main-main dengan Cutina, dia bilang kepadaku "sepertinya kamu dengan Cutina tidak seperti pacaran" kemudian aku menjawab "kok bisa pak?" dan beliau menjawab "seharusnya kalo emang kalian ber-pacaran, harusn...

Manfaat Jalan Cepat vs Jalan Santai: Mana yang Lebih Efektif untuk Tubuh?

Banyak dari kita berpikir kalau hidup sehat itu harus ditebus dengan biaya mahal atau olahraga berat yang melelahkan di gym . Jujur saja, aku pun dulu punya pemikiran yang sama. Setiap pagi, aku melihat Ibu aku yang berusia 57 tahun rutin melakukan jalan pagi sebagai bentuk persiapan fisik dan stamina menyambut kegiatannya di Mekkah nanti. Sebagai anak muda, aku sempat mikir sih dan membatin: seefektif apasih sebenarnya jalan kaki itu untuk tubuh kita? Bukankah aktivitas itu rasanya kayak percuma kalau kita ngga jogging atau lari sekalian? Namun, sebuah studi besar yang dipimpin oleh peneliti Lili Liu dan diterbitkan dalam National Library of Medicine baru-baru ini mematahkan keraguan aku, sekaligus mengungkap fakta mengejutkan kalau dalam urusan jalan kaki, kecepatan ternyata jauh lebih penting daripada durasi atau jenis olahraganya. Sumber: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40744164/ Kekuatan utama yang membuat penelitian ini begitu kredibel dan tepercaya di dunia sains adalah fakto...

awal terakhir

Setelah aku putus dengan pacarku dengan baik-baik, aku melanjutkan keseharian aku seperti biasa. Pagi berangkat ke tempat magang sampai sore hari. Tapi saat itu, aku mulai semakin dekat lagi sama Cutina. Aku mulai masakin dia juga. Waktu itu aku masak dari rumah terus aku bawa ke kost dia. Menunya lele sama sayur bobor. Tapi yaaa… yang aku masak cuma sayur bobornya aja sih, lelenya aku beli HEHEHEHE. Kemudian aku juga mulai merealisasikan planning date kita, yaitu photo booth di tanggal 19 Maret. Tapi waktu itu kita bukan cuma photo booth aja sih. Kita pergi ke bar juga, karena aku merasa mainnya masih kurang cukup WKWKWK. Akhirnya setelah dari bar kita pindah lagi ke cafe. Pokoknya malam itu kita muter terus, dan mungkin baru pulang sekitar jam 3 pagi. Setelah hari itu, waktu di tempat magang, Cutina juga sempet nawarin aku ikut main sama temen-temennya di cafe. Sebenernya dia ngga maksa sih, tapi aku yang malah maksa ikut HEHEHEHE. Aku waktu itu ngasih alasan, “hard copy photo boo...

last beginning

After I broke up with my girlfriend on good terms, I continued my daily routine as usual. Every morning I went to my internship place until the afternoon. But during that time, I started getting even closer to Cutina. I even started cooking for her. One time, I cooked food at home and brought it to her boarding house. The menu was fried catfish and sayur bobor. But yeahhh… to be honest, I only cooked the sayur bobor, I bought the catfish HEHEHEHE. Then I also started realizing our date plans, starting with our photo booth date on March 19th. But that day, we didn’t just do a photo booth session. We also went to a bar because I felt like hanging out once wasn’t enough WKWKWK. After the bar, we moved to a café again. Basically, we kept going from one place to another, and I think we only got home around 3 AM. After that day, while we were at the internship place, Cutina also invited me to hang out with her friends at a café. She didn’t force me to come or anything, but I was the one f...

Penyesalan Investasi Saya di Saham FILM

Penyesalan Investor Pemula: Jual Saham FILM di Harga 1.000, Padahal Sempat Tembus 14.000 Investasi Saham Penyesalan Investor Pemula: Jual Saham FILM di 1.000, Padahal Sempat Tembus 14.000 Sebuah cerita nyata tentang bagaimana satu keputusan impulsif bisa membuat kita kehilangan potensi keuntungan lebih dari 1 juta rupiah — dari saham yang didapat secara gratis. 15 Mei 2026  ·  Kisah Nyata Investor Pemula Advertisement Agustus 2021. Saat itu saya adalah seseorang yang baru saja mulai tertarik dengan dunia investasi saham di Bursa Efek Indonesia. Dengan semangat tinggi, saya memutuskan untuk membuka rekening dana nasabah (RDN) di broker Ajaib . Setelah berhasil mendaftar, ada sesuatu yang menyenangkan menanti: hadiah 1 lot saham FILM (MD Entertainment Tbk.) dari program bonus Ajaib. Harga saham waktu itu sekitar Rp 300 per lembar , atau sekitar Rp 30.000 untuk 1 lot (100 lembar). Tidak bes...

Rupiah Tembus Rp17.500 — Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah: What If? Krisis Global 2030

Rupiah Tembus Rp17.500 — Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah: Sinyal Krisis Global 2030 Mulai Mengetuk Pintu Indonesia? Analisis Ekonomi Indonesia  |  Edisi Mei 2026  |  Riset & Data Independen Laporan Khusus · Proyeksi 2030 Rupiah Tembus Rp17.500 — Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah: Sinyal Krisis Global 2030 Mulai Mengetuk Pintu Indonesia? Ketika dunia menuju poli-krisis terburuk sejak 1929, di mana posisi Indonesia? Akankah rupiah bertahan, atau terjungkal ke jurang yang lebih dalam? Diterbitkan: Mei 2026  ·  Analisis Makroekonomi  ·  Bacaan ~15 menit Rp17.500 Kurs USD/IDR Mei 2026 4,87% PDB Q1 2025 2,8% Proyeksi Tumbuh Global 2025 $10,1T Target PDB 2030 (PPP) 2030 Tahun Poli-Krisis Diprediksi Pendahuluan Sebuah Badai yang Sudah Bisa Tercium Sejak Jauh Tahun 2030 bukan sekadar angka di kalender. Bagi para ekonom...

ninth beginning

Maybe my mind immediately goes back to March 8th, 2025, two days after I confessed to Cutina. It was a Saturday, and it was also the day I had kinda... slightly promised her we would go on a night ride together. But that night, I didn’t actually meet her because I had something else to do with another person, aka my own girlfriend WKWKWK. But after I got home, I immediately sent Cutina a haunted house reel ckckck. If I remember correctly, she replied around 30–60 minutes later, and she only said, “maybe sometime later.” And I think our chat ended there with some unnecessary small talk from me🫠. After that night, I didn’t really text Cutina anymore. So maybe I’ll just skip straight to Monday, March 10th. Like usual, I went to my internship place with Tara. I did my teaching activities, continued with coffee until noon, and when I felt satisfied enough, I went back to the internship place. When we arrived, Tara and I approached the fashion design girls who were sitting in front of the...