Skip to main content

Posts

Penyatuan Kedua

Setelah tanggal 7 April 2025 aku menjalani rutinitas ku seperti biasa, berangkat ke tempat magang bersama tara setiap hari-nya dan yang membuat berbeda adalah sekarang aku telah berpacaran dengan Cutina HEHEHHE. Setiap bertemu dengan Cutina di tempat magang aku selalu merasa seperti akward, biasanya sih aku orang yang humoris saat berada dengan orang yang dekat denganku tapi saat hari-hari pertama kali ber-pacaran dengan Cutina, entah aku harus bersikap bagaimana dengannya, apakah harus bersikap cool atau aku harus bersikap seperti biasa saja. Saat itu, aku merasa hubungan kita yang tahu hanyalah kita sendiri dan semua orang tau-nya kita masih berpacaran main-main. Hingga suatu ketika guru pamong aku, dimana dia yang aku jadikan alasan untuk menembak pacaran main-main dengan Cutina, dia bilang kepadaku "sepertinya kamu dengan Cutina tidak seperti pacaran" kemudian aku menjawab "kok bisa pak?" dan beliau menjawab "seharusnya kalo emang kalian ber-pacaran, harusn...

Penyatuan Kedua

Setelah tanggal 7 April 2025 aku menjalani rutinitas ku seperti biasa, berangkat ke tempat magang bersama tara setiap hari-nya dan yang membuat berbeda adalah sekarang aku telah berpacaran dengan Cutina HEHEHHE. Setiap bertemu dengan Cutina di tempat magang aku selalu merasa seperti akward, biasanya sih aku orang yang humoris saat berada dengan orang yang dekat denganku tapi saat hari-hari pertama kali ber-pacaran dengan Cutina, entah aku harus bersikap bagaimana dengannya, apakah harus bersikap cool atau aku harus bersikap seperti biasa saja. Saat itu, aku merasa hubungan kita yang tahu hanyalah kita sendiri dan semua orang tau-nya kita masih berpacaran main-main. Hingga suatu ketika guru pamong aku, dimana dia yang aku jadikan alasan untuk menembak pacaran main-main dengan Cutina, dia bilang kepadaku "sepertinya kamu dengan Cutina tidak seperti pacaran" kemudian aku menjawab "kok bisa pak?" dan beliau menjawab "seharusnya kalo emang kalian ber-pacaran, harusn...

Penyatuan

Melanjutkan cerita permulaan aku, pada pagi itu Cutina menjawab dengan kata "iya" saat itu aku lumayan terkejut dia menerima proposal yang aku ajukan untuk menjadi pacar aku. Darisana-lah aku mulai berkomitmen kepada diri sendiri untuk melakukan hal yang terbaik kepada-nya, aku berusaha sebaik mungkin saat bersama dirinya, diingat pertemuan kita dijalani dengan hal yang melewati batas, aku tahu Cutina juga mempunyai pasangan sendiri dan dia pun tahu aku mempunyai pasangan, jadi aku tidak mengharapkan banyak kepada Cutina, aku hanya ingin melakukan terbaik meskipun dia tidak bisa membuat perasaan yang sama seperti aku kepadannya. Aku berfikir seperti itu karena aku tahu dia cantik, famous di orang-orang sekitarnya, dia kaya, dia pintar dan cutina orang yang menarik perhatian secara look maupun sifatnnya. Sebenarnya aku merasa taruhan saja saat mengajak dia menjadi pacar aku, karena terlepas dari yang dia punyai itu, aku merasa dia mempunyai kepintaran dalam emosional di mana d...

The Myth That Your Body Can Only Absorb 25g of Protein Per Meal — Busted

The Myth That "Your Body Can Only Absorb 25 Grams of Protein Per Meal" — Busted! Ever heard advice like this: "Why eat a huge amount of protein in one sitting? Your body can only use about 20-25 grams per meal anyway. The rest just gets wasted." That's why so many people recommend spreading protein intake evenly across meals instead of loading up on one big portion. But a recent study published in the journal Cell Reports Medicine (2023) by Trommelen et al. proves this assumption is wrong . Illustration: the journey of protein from food to the bloodstream and into muscle, plus a comparison of the muscle-building response duration between 25g and 100g of protein. How Was This Study Conducted? Researchers recruited 36 healthy young men who had just completed a resistance training session. They were randomly split into three groups and given a drink containing one of the following: No protein (placebo) 25 grams of protein 100 grams of protein ...

Mitos "Tubuh Cuma Bisa nyerap 25 gram Protein Sekali Makan, Ternyata Salah

Mitos "Tubuh Cuma Bisa Nyerap 25 Gram Protein Sekali Makan" — Ternyata Salah! Pernah dengar saran kayak gini: "Ngapain makan protein banyak-banyak sekaligus, toh tubuh cuma bisa pakai maksimal 20-25 gram per kali makan. Sisanya bakal kebuang sia-sia jadi energi." Makanya banyak yang menyarankan untuk menyebar asupan protein secara merata di setiap waktu makan, dan jangan menumpuknya dalam satu porsi besar. Tapi sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Cell Reports Medicine (2023) oleh Trommelen dkk. membuktikan bahwa anggapan ini keliru . Ilustrasi: perjalanan protein dari makanan ke aliran darah hingga ke otot, serta perbandingan durasi respons pembangunan otot antara dosis 25 gram dan 100 gram protein. Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan? Para peneliti melibatkan 36 pria muda sehat yang baru saja menyelesaikan sesi latihan beban (resistance training). Mereka dibagi secara acak menjadi tiga kelompok dan diberi minuman yang mengandung sala...

MAHA Bagikan Dividen Yield 8,28% dan Ini Fakta Lengkap + Analisis Nilai Intrinsiknya

MAHA Bagikan Dividen Yield 8,28% — Ini Fakta Lengkap + Analisis Nilai Intrinsiknya Dividen & Analisis Investasi · Saham Indonesia · Juni 2026 MAHA Bagikan Dividen Yield 8,28% — Fakta Lengkap + Analisis Nilai Intrinsiknya Rp12 per saham, cair 24 Juni 2026. Lebih tinggi dari deposito — tapi apakah sahamnya masih layak beli? Ini analisis lengkap DCF, Graham Number, dan Margin of Safety dari perspektif investor profesional. 📅 Cum Dividen: 4 Juni 2026 💰 Dividen: Rp12/saham 📈 Yield: 8,28% 🏭 Kode: MAHA ⚖️ MoS: +25,3% Undervalued Dividen MAHA Rp12/saham — yield 8,28% , cair 24 Juni 2026. Di saat yang sama, harga Rp 148 masih 25,3% di bawah nilai intrinsik moderat (Rp 198) — kombinasi langka: dividen tinggi sekaligus undervalued. DIVIDEN Fakta Dividen MAHA 2026: Semua yang Perlu Anda Tahu MAHA resmi membagikan dividen tunai dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini dia...

Investasi Saham Modal Kecil: Mengapa Strategi Dividen Kurang Cocok untuk Anak Kos?

Sebagai anak kos, aku selalu memutar otak mencari cara buat menghasilkan uang lebih banyak tanpa harus keluar kamar. Sampai akhirnya di tahun 2021, aku menemukan satu jalan setelah mendengar cerita tentang Ronald Read. Aku benar-benar terinspirasi sama kisah hidupnya; seorang petugas kebersihan biasa yang saat meninggal justru meninggalkan warisan kekayaan fantastis untuk keluarganya dalam bentuk surat berharga. Sejak momen itu, aku mulai penasaran dan belajar apa itu saham, gimana cara buka rekeningnya, hingga akhirnya pengalaman pertama aku terwujud lewat broker Ajaib. Setelah sempat merasakan "keajaiban" instan di saham FILM, aku makin berani untuk terjun lebih dalam ke dunia saham. Di titik ini, aku mulai mikir keras: gimana caranya beli saham tanpa harus rugi? Aku pun mulai melahap banyak informasi, mulai dari mendengarkan prinsip Warren Buffett sampai membaca berbagai buku keuangan, salah satunya karya Danielle Town. Dari sanalah pandanganku terbuka. Aku belajar kala...

The Power of Pace: Is Fast Walking Better for Your Body Than a Casual Stroll?

Many of us think that living a healthy life requires expensive costs or heavy, exhausting workouts at the gym. To be honest, I used to think the same way. Every morning, I watched my 57-year-old mother routinely go for a morning walk as physical preparation to build her stamina for her upcoming trip to Mecca. As a young person, I couldn't help but wonder: how effective is walking for our bodies, really? Doesn't it feel kind of useless if we don't go jogging or running instead? However, a major study led by researcher Lili Liu and published in the National Library of Medicine recently shattered my doubts. It revealed a shocking fact: when it comes to walking, speed is actually far more important than duration or the type of exercise. Source:  https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40744164/ The main strength that makes this study so credible and trusted in the scientific world is its incredibly long tracking period—over 16 years. The researchers did not rush to conclusions withi...

Manfaat Jalan Cepat vs Jalan Santai: Mana yang Lebih Efektif untuk Tubuh?

Banyak dari kita berpikir kalau hidup sehat itu harus ditebus dengan biaya mahal atau olahraga berat yang melelahkan di gym . Jujur saja, aku pun dulu punya pemikiran yang sama. Setiap pagi, aku melihat Ibu aku yang berusia 57 tahun rutin melakukan jalan pagi sebagai bentuk persiapan fisik dan stamina menyambut kegiatannya di Mekkah nanti. Sebagai anak muda, aku sempat mikir sih dan membatin: seefektif apasih sebenarnya jalan kaki itu untuk tubuh kita? Bukankah aktivitas itu rasanya kayak percuma kalau kita ngga jogging atau lari sekalian? Namun, sebuah studi besar yang dipimpin oleh peneliti Lili Liu dan diterbitkan dalam National Library of Medicine baru-baru ini mematahkan keraguan aku, sekaligus mengungkap fakta mengejutkan kalau dalam urusan jalan kaki, kecepatan ternyata jauh lebih penting daripada durasi atau jenis olahraganya. Sumber: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40744164/ Kekuatan utama yang membuat penelitian ini begitu kredibel dan tepercaya di dunia sains adalah fakto...

awal terakhir

Setelah aku putus dengan pacarku dengan baik-baik, aku melanjutkan keseharian aku seperti biasa. Pagi berangkat ke tempat magang sampai sore hari. Tapi saat itu, aku mulai semakin dekat lagi sama Cutina. Aku mulai masakin dia juga. Waktu itu aku masak dari rumah terus aku bawa ke kost dia. Menunya lele sama sayur bobor. Tapi yaaa… yang aku masak cuma sayur bobornya aja sih, lelenya aku beli HEHEHEHE. Kemudian aku juga mulai merealisasikan planning date kita, yaitu photo booth di tanggal 19 Maret. Tapi waktu itu kita bukan cuma photo booth aja sih. Kita pergi ke bar juga, karena aku merasa mainnya masih kurang cukup WKWKWK. Akhirnya setelah dari bar kita pindah lagi ke cafe. Pokoknya malam itu kita muter terus, dan mungkin baru pulang sekitar jam 3 pagi. Setelah hari itu, waktu di tempat magang, Cutina juga sempet nawarin aku ikut main sama temen-temennya di cafe. Sebenernya dia ngga maksa sih, tapi aku yang malah maksa ikut HEHEHEHE. Aku waktu itu ngasih alasan, “hard copy photo boo...

last beginning

After I broke up with my girlfriend on good terms, I continued my daily routine as usual. Every morning I went to my internship place until the afternoon. But during that time, I started getting even closer to Cutina. I even started cooking for her. One time, I cooked food at home and brought it to her boarding house. The menu was fried catfish and sayur bobor. But yeahhh… to be honest, I only cooked the sayur bobor, I bought the catfish HEHEHEHE. Then I also started realizing our date plans, starting with our photo booth date on March 19th. But that day, we didn’t just do a photo booth session. We also went to a bar because I felt like hanging out once wasn’t enough WKWKWK. After the bar, we moved to a café again. Basically, we kept going from one place to another, and I think we only got home around 3 AM. After that day, while we were at the internship place, Cutina also invited me to hang out with her friends at a café. She didn’t force me to come or anything, but I was the one f...

Penyesalan Investasi Saya di Saham FILM

Penyesalan Investor Pemula: Jual Saham FILM di Harga 1.000, Padahal Sempat Tembus 14.000 Investasi Saham Penyesalan Investor Pemula: Jual Saham FILM di 1.000, Padahal Sempat Tembus 14.000 Sebuah cerita nyata tentang bagaimana satu keputusan impulsif bisa membuat kita kehilangan potensi keuntungan lebih dari 1 juta rupiah — dari saham yang didapat secara gratis. 15 Mei 2026  ·  Kisah Nyata Investor Pemula Advertisement Agustus 2021. Saat itu saya adalah seseorang yang baru saja mulai tertarik dengan dunia investasi saham di Bursa Efek Indonesia. Dengan semangat tinggi, saya memutuskan untuk membuka rekening dana nasabah (RDN) di broker Ajaib . Setelah berhasil mendaftar, ada sesuatu yang menyenangkan menanti: hadiah 1 lot saham FILM (MD Entertainment Tbk.) dari program bonus Ajaib. Harga saham waktu itu sekitar Rp 300 per lembar , atau sekitar Rp 30.000 untuk 1 lot (100 lembar). Tidak bes...